
Sambut Ramadhan 2026, FORMAQIN Gelar Pelatihan Dai Pesantren
Perkuat Dakwah Qur’ani, Fiqih Ramadhan, dan Retorika Dai
Surakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, Forum Ma’ahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) menggelar Pelatihan Dai Ramadhan Pesantren sebagai ikhtiar memperkuat kualitas dakwah di tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Plaza BPRS Dana Amanah Surakarta, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh FORMAQIN bekerja sama dengan aksiberbagi.com, BPRS Dana Amanah, Prozis Ibnu Abbas Klaten, dan BKsPPI Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan dai pesantren yang memiliki bekal dakwah Qur’ani, pemahaman fiqih Ramadhan yang lurus, serta kemampuan retorika dakwah yang efektif.
Ketua FORMAQIN, Ust. Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.H.I, menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum dakwah paling strategis dalam satu tahun perjalanan umat Islam. Namun, besarnya peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan dai dalam menyampaikan pesan agama secara tepat dan menenangkan.

“Ramadhan adalah bulan meningkatnya kesadaran beragama masyarakat. Karena itu, dai pesantren perlu dibekali dengan pemahaman Al-Qur’an yang kuat, fiqih Ramadhan yang lurus, serta kemampuan komunikasi yang baik agar dakwah tidak hanya didengar, tetapi juga membekas,” ujarnya.
Mengusung tema “Siapkan Dai Pesantren yang Menyalakan Cahaya Umat”, pelatihan ini difokuskan pada penguatan tiga pilar utama dakwah Ramadhan, yakni dakwah Qur’ani, ketepatan fiqih, dan keterampilan retorika dai. Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting agar majelis Ramadhan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberi dampak perubahan bagi umat.

Sejumlah ulama dan praktisi dakwah pesantren menjadi pemateri, di antaranya KH. Syihabuddin Abdul Muiz, Syekh Dr. Ishom Muhammad Abdul Qodir, dan Ustadz Abu Hasanuddin. Para narasumber akan membahas secara komprehensif bagaimana memaksimalkan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an, mengupas fiqih Ramadhan secara utuh dan aplikatif, serta menguatkan keterampilan public speaking dan retorika dakwah dai.

Materi pelatihan dirancang dengan pendekatan Qur’ani, fiqhiyah, dan komunikatif, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan realitas dakwah di masjid, pesantren, dan majelis Ramadhan. Selain bersifat keilmuan, pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat ruhiyah dai serta kesiapan mereka menghadapi dinamika dakwah di masyarakat.
Melalui pelatihan ini, FORMAQIN bersama para mitra berharap lahir dai pesantren yang tidak hanya mampu mengisi mimbar Ramadhan, tetapi juga menghadirkan majelis yang hidup, mencerahkan, dan berdampak hingga pasca-Ramadhan.

