
FORMAQIN Perkuat Sinergi Pesantren melalui IIEF 2026, Dorong Kolaborasi Nasional dan Internasional
Klaten, 5 Agustus 2026 — Forum Ma’ahid dan Madaris Al-Qur’an Indonesia (FORMAQIN) menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng: Kolaborasi Nasional, Jejaring Internasional, dan IIEF 2026” secara daring pada Rabu (5/8). Pertemuan ini mempertemukan jajaran Dewan Pembina dan pengurus FORMAQIN untuk memantapkan persiapan International Islamic Education Fair (IIEF) 2026 yang akan diselenggarakan pada 3–5 Oktober 2026.
Kegiatan dihadiri oleh Dr. Umarulfaruq Abubakar selaku Ketua FORMAQIN, didampingi Ustadz Surya Andikusumo selaku Sekjend Formaqin, Dr. Hakimuddin Salim, KH. Abdurrahim Ba’asyir, dan KH. Syihabuddin selaku Dewan Pembina FORMAQIN, serta Akhen Amalageng sebagai Ketua Panitia IIEF 2026.
Dalam arahannya, Dr. Umarulfaruq Abubakar menegaskan bahwa IIEF bukan sekadar pameran pendidikan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar-pesantren, membangun jejaring nasional dan internasional, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren.
Selain mempersiapkan penyelenggaraan IIEF 2026, Umarulfaruq juga menyampaikan sejumlah program strategis FORMAQIN, di antaranya penyelenggaraan Jambore Pesantren pada September 2026, program pembelajaran daring bersama para masyayikh internasional, serta daurah ilmiah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pesantren.
Pendidikan Islam Harus Bangkit Melalui Kolaborasi
Dr. Hakimuddin Salim menegaskan pentingnya kebangkitan pendidikan Islam melalui sinergi antarlembaga.
Menurutnya, tantangan global menuntut pesantren untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik sehingga mampu berkembang bersama.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan muqaranah (studi komparatif), subsidi silang antarlembaga, serta penguatan budaya saling mendukung sebagai strategi membangun ekosistem pendidikan Islam yang lebih kuat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan IIEF 2026, Dr. Hakimuddin Salim menyatakan kesediaannya menyiapkan fasilitas penginapan di Ma’had Abu Bakar Surakarta bagi para tamu dan peserta yang datang dari luar kota.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi peserta sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan ukhuwah antarpesantren.
Ijtima’ Besar sebagai Penguat Ukhuwah
KH. Syihabuddin mengingatkan bahwa budaya ijtima’ atau berkumpul merupakan bagian dari karakter umat Islam.
Menurutnya, silaturahim tidak harus dilakukan secara individual, tetapi dapat diwujudkan melalui forum-forum besar yang mempertemukan pesantren dari berbagai daerah.
Ia juga mendorong optimalisasi promosi IIEF melalui media, pelibatan sekolah umum, penyelenggaraan reuni alumni, serta koordinasi dengan berbagai masjid untuk menyediakan fasilitas menginap bagi peserta selama penyelenggaraan IIEF.
IIEF 2026 Targetkan Puluhan Ribu Pengunjung
KH. Abdurrahim Ba’asyir menegaskan bahwa IIEF harus menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan sekaligus penguatan ekonomi pesantren.
Ia juga menekankan pentingnya sikap proaktif seluruh pimpinan pondok pesantren dalam setiap program dan kegiatan yang diselenggarakan FORMAQIN, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masing-masing lembaga.
IIEF 2026 dirancang sebagai agenda tahunan FORMAQIN yang menghadirkan pameran pendidikan, seminar, forum jejaring, diskusi ekonomi, panggung utama, panggung presentasi lembaga, serta pameran produk unggulan pesantren.
Acara ini juga direncanakan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional serta menargetkan sekitar 50.000 pengunjung.
Panitia Siapkan Berbagai Fasilitas
Akhen Amalageng, Ketua Panitia IIEF 2026, menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk menyukseskan penyelenggaraan acara, antara lain menyediakan 2–3 armada shuttle bus bagi peserta didik, khususnya siswa SD kelas 5–6, bersinergi dengan sekitar 30–70 majelis taklim untuk menghadirkan sekitar 3.000 jamaah, memberikan potongan harga stand sebesar 20–30 persen bagi anggota FORMAQIN sesuai jumlah stand yang diikuti, menyediakan fasilitas promosi bagi peserta, menyiapkan paket stand lengkap bagi peserta dari luar daerah, serta menghadirkan berbagai door prize, termasuk hadiah utama berupa paket umrah.
Perkuat Ekosistem Pesantren
Pertemuan juga menghasilkan sejumlah komitmen bersama.
Seluruh pimpinan pesantren didorong mempersiapkan program “Satu Pesantren Satu Produk” sebagai langkah penguatan ekonomi pesantren.
Selain itu, setiap lembaga diharapkan mengirimkan delegasi terbaik dalam setiap program peningkatan kualitas yang diselenggarakan FORMAQIN
Dengan demikian, kolaborasi yang terbangun mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Islam.
Melalui penguatan kolaborasi, jejaring, dan sinergi lintas pesantren, FORMAQIN berharap International Islamic Education Fair (IIEF) 2026 menjadi momentum strategis untuk mempercepat kemajuan pendidikan Islam Indonesia.
IIEF juga diharapkan dapat memperkuat peran pesantren dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

