
FORMAQIN Tetapkan Program Strategis 2026 dalam Rapat Kerja Akhir Tahun di Tawangmangu
Karanganyar — Forum Ma’ahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) menggelar Rapat Kerja (Raker) Akhir Tahun 2025 pada 23–24 Desember 2025 di Komplek Wonderpark Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi program kerja sekaligus penetapan arah dan program strategis FORMAQIN untuk tahun 2026.
Raker tersebut diikuti oleh seluruh unsur pimpinan FORMAQIN yang terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Dewan Pengurus. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta membahas capaian organisasi, tantangan pendidikan Al-Qur’an, serta strategi penguatan peran pesantren dan madrasah Qur’an di tingkat nasional.
Dalam Rapat Kerja tersebut, FORMAQIN menetapkan lima Program Strategis FORMAQIN 2026. Program ini meliputi Mudzakarah Asatidzah untuk penguatan keilmuan dan tazkiyah pendidik Qur’ani, Program Sinergi dan Silaturahmi guna memperkuat jejaring dakwah dan kemitraan, Standardisasi Pendidikan Al-Qur’an untuk peningkatan mutu pesantren Qur’ani, Jambore Ukhuwah FORMAQIN sebagai sarana penguatan ukhuwah dan kepemimpinan santri, serta Islamic International Edu Fair (IIEF) untuk mendukung jejaring pendidikan dan ekonomi global.

Ketua Umum FORMAQIN, Ust. Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.H.I., menyatakan bahwa Rapat Kerja Akhir Tahun merupakan momentum penting untuk meneguhkan arah perjuangan organisasi. Menurutnya, program strategis yang ditetapkan diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an yang berlandaskan ilmu, adab, dan nilai-nilai tazkiyah, sekaligus mendorong sinergi antarlembaga pendidikan Qur’ani.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina FORMAQIN, Ust. KH. Syihabuddin AM. Al Hafizh, menekankan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan penyucian jiwa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kemurnian manhaj pendidikan Qur’ani dalam setiap program dan kebijakan organisasi.

Pada hari kedua pelaksanaan Raker, FORMAQIN juga melibatkan Dewan Pengurus Koperasi Syarikat Dagang Santri (SDS) sebagai bagian dari penguatan sinergi bidang ekonomi pesantren. Keterlibatan SDS dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren sebagai penopang keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an.
Rangkaian Rapat Kerja Akhir Tahun 2025 ditutup dengan agenda silaturahim jajaran pimpinan FORMAQIN ke Syekh Dr. Maher Al Monajjed. Silaturahim ini dilakukan dalam rangka penguatan tazkiyah Al-Qur’an serta penguatan peran pondok pesantren Tahfizh Al-Qur’an, sebagai bagian dari upaya memperkokoh orientasi pendidikan Qur’ani yang berlandaskan keilmuan dan pembinaan ruhiyah.



