FORMAQIN Bahas Peran Alumni Pesantren untuk Dakwah Pedalaman dan Internasional

Oplus_131072

FORMAQIN Bahas Peran Alumni Pesantren untuk Dakwah Pedalaman dan Internasional

SURAKARTA – Forum Maahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) menggelar Diskusi Pimpinan Pondok Pesantren bertema “Peran Alumni Pesantren dalam Dakwah di Pedalaman dan di Kancah Internasional” di Plaza BPR Syariah Dana Amanah Purwosari, Surakarta, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 120 pimpinan dan utusan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Hadir pula sejumlah tokoh, di antaranya Prof. Sutanto, Ir. Hariyadi Budi Susanto, Ph.D., Dr. Hakimuddin Salim, M.A., Ust. Nidlol Masyhud, serta berbagai undangan dari kalangan pendidikan dan dakwah.

Ketua FORMAQIN, Dr. Umarulfaruq Abubakar, mengatakan bahwa pesantren perlu memperkuat kolaborasi untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus memperluas peran alumni di tengah masyarakat dan dunia internasional.

Ketua Dewan Pembina FORMAQIN, Ust. Syihabuddin, memimpin sesi diskusi dengan membahas tiga isu utama.

Pertama, berbagai tantangan internal pesantren, mulai dari penguatan kualitas pendidikan, kaderisasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Menghadapi berbagai tantangan ini, Dr. Hakimuddin Salim mengajak para pimpinan pondok pesantren untuk semakin menguatkan taqarrub kepada Allah, sekaligus memperkuat kemampuan menangani masalah yang ada.

Kedua, tantangan dan peluang dakwah di wilayah pedalaman.

Ust Agus Sarifudin dalam pemaparannya menyampaikan, masih banyak daerah yang membutuhkan pendampingan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Alumni pesantren dinilai memiliki peran strategis untuk hadir sebagai dai, pendidik, dan penggerak sosial di daerah-daerah tersebut.

Ketiga, peluang dakwah dan pengabdian di tingkat internasional.

Dalam pemaparannya, Dr. Hariyadi menjelaskan tentang peluang dan kesempatan bagi alumni pesantren untuk bekerja dan melanjutkan studi di Jepang, melalui berbagai program kerja sama yang legal dan terstruktur.

Kesempatan ini dinilai dapat menjadi sarana pengembangan kapasitas generasi pesantren sekaligus memperluas kontribusi dakwah Islam Indonesia di tingkat global.

Para peserta menyambut positif pembahasan tersebut dan berharap lahir langkah-langkah konkret untuk memperkuat jaringan pesantren, meningkatkan kualitas alumni, serta membuka akses yang lebih luas terhadap peluang pendidikan, pekerjaan, dan dakwah internasional.

Melalui kegiatan ini, FORMAQIN menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi antarpesantren serta mendorong lahirnya generasi alumni yang mampu menjadi agen perubahan, baik di pedalaman Indonesia maupun di panggung dunia.